Blog Detail
Kedai Puisi
http://kedaipuisi.wordpress.com
Blog ini merupakan media apresiasi karya-karya nonfiksi, khususnya puisi, yang mengajak kita bersama-sama berburu keindahan.
Recent Posts
Mencicip Puisi-Puisi Pablo Neruda (Bagian 1)
Pablo Neruda, penerima anugerahi Penghargaan Nobel dalam Sastra 1971 dianggap sebagai salah satu penyair berbahasa Spanyol terbesar pada abad ke-20. Novelis Kolombia, Gabriel García Márquez menyebutnya “penyair terbesar abad ke-20 dalam bahas...
Sepenggal Kisah Sastrawan Eksil
Berderet nama-nama sastrawan kita yang pernah bermukim di luar negeri, seperti: Achdiat K. Mihardja, Siti Nuraini, Idrus, Taufik Ismail, Budi Darma, M. Fudoli Zaini, Satyagraha Hoerip, Aoh K. Hadimadja, Ajip Rosidi, Wing Kardjo, Utuy Tatang Sontany, ...
KLA Untuk Jantung Lebah Ratu
Kamis malam, tanggal 13 November di Atrium Plasa Senayan Jakarta, “Jantung Lebah Ratu” milik Nirwan Dewanto dinobatkan sebagai pemenang penghargaan Khatulistiwa Literary Award (KLA) untuk Kategori Puisi. Menurut Hamsad Rangkuti “Jan...
Golf Untuk Rakyat
Lho Kang Karto, kok cuma ngelamun di kebun. Sudah pernah main golf belum? Kalau belum ya tunggu sampai dapat dawuh, siapa tahu sekali sampean ayunkan stik sampean langsung deh dapet hole in one. Ini perkara pembangunan lapangan golf di awal PJPT ke...
Hegemoni Puisi Liris di Indonesia
Tidak bisa dipungkiri, bahwa lirisisme dalam sejarah perkembangan puisi Indonesia selalu mendominasi semua ruang kreativitas, bahkan menjadi sebuah hegemoni bagi para penyair. Walaupun dalam beberapa kasus, dan akan selalu ada kasus baru, di mana par...
Wayang Suket: Pengalaman Bawah Slamet Gundono
Kedua orang tuanya petani tulen, tak mempunyai darah seni sama sekali. Nama asli pemberian orang tuanya cuma Gundono. “Slamet” merupakan pemberian guru SD-nya yang lalu diterakan di ijazah, entah biar panjang atau lebih gagah. Setelah itu ia just...

